MENU UTAMA
Home
Destinations
Accomodations
Airlines
Travel Agencies
Money Changers
Art Galleries
Transportations
Cafe & Restaurants
Calendar of Events
Contact Us
Map
Guest book
BERITA
Galleri
STATISTIK
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday34
mod_vvisit_counterYesterday211
mod_vvisit_counterThis week772
mod_vvisit_counterThis month2870
mod_vvisit_counterAll8871
Pfeil Home

Nasional Fishing Tournamen laut lepas Pesisir Dibuka
Read more...
 
Fishing Tournamen (Perlombaan mancing) tidak bisa dipisahkan dari aspek Perikanan, Kelautan dan Pariwisata. Tournamen ini memiliki porsi 50 persen aspek pariwisata. Promosi wisata bahari yang diharapkan dari tournamen ini akan didapatkan dengan sendirinya. Mereka (pemancing) yang berasal dari daerah lain (di luar Pesisir Selatan) dengan sendirinya akan menginformasikan keadaan wisata di Kabupaten ini di daerahnya masing-masing.

"Promosi daerah itu tidak hanya menginformasikan objek wisata yang ada semata. Dengan berbagai informasi untuk pengembangan wisata bahari di daerah itu, juga merupakan hal yang penting dalam promosi daerah. Mungkin saja selama ini, Dinas Pariwisata menganggap promosi pariwisata itu hanya terletak pada objek wisata seperti air terjun, ataupun berbagai tempat-tempat pemandian lainnya, namun bukan itu saja, wisata bahari juga perlu untuk promosi," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Yosmeri kepada Padang-Today.

Selanjutnya.. Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles
Wisata Bali Kalah dari Sumbar
Read more...
 
Menteri Negara BUMN Sofjan Djalil membandingkan Sumbar dengan Bali dalam hal potensi dan pengembangan pariwisata. Dia menilai secara objektif, potensi pariwisata Sumbar jauh lebih bagus dibanding Bali.

"Tapi kenapa objek wisata Sumbar tak diminati turis, sementara objek wisata Bali yang biasa-biasa itu sangat diminati wisatawan," kata Sofjan pada acara penutupan Pelatihan Guru dan Pembinaan Anak Usia Dini (PAUD), Semai Benih Bangsa, yang difasilitasi PT Semen Padang dan Pemprov Sumbar di kantor Menneg BUMN Jakarta, Kamis (30/10).

Menurut Sofjan Djalil, perbedaan Sumbar dan Bali hanya terletak dalam satu soal, yakni soal karakter masyarakat Bali yang lebih terbuka dan ramah terhadap tamu-tamunya.

Dikatakannya, bangsa ini akan semakin sulit untuk berubah jika hanya diurus orang-orang pintar, tetapi tidak punya karakter. "Pintar saja belumlah cukup untuk mengurus bangsa ini. Ada hal yang lebih substansif dari sekedar pintar, yaitu karakter yang semestinya dapat perhatian kita semua," ujar Sofjan.

Selanjutnya.. Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles
Melirik Reruntuhan Kejayaan, Candi Muara Takus
Read more...
 
Menikmati sejarah tanpa melihat dengan mata kepala sendiri, tentunya belum cukup. Kalau kita ingat dengan sejarah bahwa bangsa Indonesia mengalami zaman emas kejayaannya sebanyak 3 zaman yakni Kerajaan Sriwijaya yang merupakan negara kesatuan Indonesia I, Kerajaan Majapahit sampai negara kesatuan Indonesia II dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekarang sebagai negara kesatuan III.

Lupakan dulu kerajaan Majapahit dan NKRI yang telah disepakati sejarah serta lokasinya.Walaupun banyak para peneliti dan ahli sejarah dari berbagai negara terus menggali dimana sebetulnya pusat kerajaan Sriwijaya, sudah sepantasnya kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia mengaminkan bahwa pusat kerajaan Sriwijaya ada di beberapa titik wilayah Sumatera, salah satunya di Candi Muara Takus yang desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar.

Selanjutnya.. Quote this article in website Favoured Print Send to friend Save this to del.icio.us Related articles
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 8 of 9
JAM
POLLING
Apa Objek Wisata Favorit Anda..??
 
INFO
Nasional Fishing Tournamen laut lepas Pesisir Dibuka Fishing Tournamen (Perlombaan mancing) tidak bisa dipisahkan dari aspek Perikanan, Kelautan dan Pariwisata. Tournamen ini memiliki porsi 50 persen aspek pariwisata. Promosi wisata bahari yang diharapkan dari tournamen ini akan didapatkan dengan sendirinya. Mereka (pemancing) yang berasal dari daerah lain (di luar Pesisir Selatan) dengan sendirinya akan menginformasikan keadaan wisata di Kabupaten ini di daerahnya masing-masing. "Promosi daerah itu tidak hanya menginformasikan objek wisata yang ada semata. Dengan berbagai informasi untuk pengembangan wisata bahari di daerah itu, juga merupakan hal yang penting dalam promosi daerah. Mungkin saja selama ini, Dinas Pariwisata menganggap promosi pariwisata itu hanya terletak pada objek wisata seperti air terjun, ataupun berbagai tempat-tempat pemandian lainnya, namun bukan itu saja, wisata bahari juga perlu untuk promosi," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Yosmeri kepada Padang-Today.   Details...

Wisata Bali Kalah dari Sumbar Menteri Negara BUMN Sofjan Djalil membandingkan Sumbar dengan Bali dalam hal potensi dan pengembangan pariwisata. Dia menilai secara objektif, potensi pariwisata Sumbar jauh lebih bagus dibanding Bali. "Tapi kenapa objek wisata Sumbar tak diminati turis, sementara objek wisata Bali yang biasa-biasa itu sangat diminati wisatawan," kata Sofjan pada acara penutupan Pelatihan Guru dan Pembinaan Anak Usia Dini (PAUD), Semai Benih Bangsa, yang difasilitasi PT Semen Padang dan Pemprov Sumbar di kantor Menneg BUMN Jakarta, Kamis (30/10). Menurut Sofjan Djalil, perbedaan Sumbar dan Bali hanya terletak dalam satu soal, yakni soal karakter masyarakat Bali yang lebih terbuka dan ramah terhadap tamu-tamunya. Dikatakannya, bangsa ini akan semakin sulit untuk berubah jika hanya diurus orang-orang pintar, tetapi tidak punya karakter. "Pintar saja belumlah cukup untuk mengurus bangsa ini. Ada hal yang lebih substansif dari sekedar pintar, yaitu karakter yang semestinya dapat perhatian kita semua," ujar Sofjan.   Details...

Download NFSP!

Melirik Reruntuhan Kejayaan, Candi Muara Takus Menikmati sejarah tanpa melihat dengan mata kepala sendiri, tentunya belum cukup. Kalau kita ingat dengan sejarah bahwa bangsa Indonesia mengalami zaman emas kejayaannya sebanyak 3 zaman yakni Kerajaan Sriwijaya yang merupakan negara kesatuan Indonesia I, Kerajaan Majapahit sampai negara kesatuan Indonesia II dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekarang sebagai negara kesatuan III. Lupakan dulu kerajaan Majapahit dan NKRI yang telah disepakati sejarah serta lokasinya.Walaupun banyak para peneliti dan ahli sejarah dari berbagai negara terus menggali dimana sebetulnya pusat kerajaan Sriwijaya, sudah sepantasnya kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia mengaminkan bahwa pusat kerajaan Sriwijaya ada di beberapa titik wilayah Sumatera, salah satunya di Candi Muara Takus yang desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar.   Details...

BANNER
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Copyright © 2008 Dinparsenibud Propinsi Sumatera Barat
All Right Reserved