Home Tujuan Wisata terbaru Lomba Manatiang Piriang di Pekan Budaya Sumbar

Lomba Manatiang Piriang di Pekan Budaya Sumbar

Manatiang PiriangAneka ragam kegiatan untuk digelar di Taman Seni dan budaya Sumatera Barat, namun salah satu lomba "Manatiang Piriang" dalam rangka Pekan Budaya Sumbar 2009 menjadi kegiatan paling unik yang menampilkan ciri khas budaya Sumbar, Kamis (16/7) pagi yang mampu memukau pengunjung yang datang. Para peserta dari perwakilan kabupaten/kota pun tampak serius mengikuti lomba yang digelar di Taman Budaya Sumatera Barat.

Namun sayangnya, meskipun lomba manatiang piriang tersebut kurang mendapat respon dari daerah kabupaten/kota. Buktinya dari 19 kabupaten/kota, hanya 9 kabupaten/kota yang mengirimkan satu pesertanya yang terdiri dari Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kota Bukit Tinggi, Kota Solok, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Sinjujung, Kabupaten Pesisir selatan, Kabupaten Kabupaten Solok, dan Kabupaten Padang Pariaman.
Padahal, lomba tersebut sangat berarti dalam melestarikan budaya Sumbar.

"Hanya manantiang piriang yang terkenal di dunia ini. Terbukti, di setiap rumah makan yang ada di Sumatera Barat atau pun rumah makan yang mengatasnamakan rumah makan Padang di luar Sumbar, para pelayannya melakukan manatiang piriang, tapi warga kita sama sekali tak menyadari hal tersebut, jadi tidak hanya berupa tari-tarian saja yang merupakan khas daerah", ungkap Dr. Muasri, sebagai Ketua Pelaksana Pekan Budaya Sumbar 2009.
Sementara itu, melihat apresiasi warga yang begitu tinggi terhadap acara ini, Maulana Yusran sebagai Koordinator Manatiang Piriang akan menjadikan acara tersebut sebagai acara tahunan dan ia pun juga berharap agar masing-masing kabupaten/kota mengutus pesertanya.

Ditambahkan, lomba manatiang piriang ini sangat jarang digelar disetiap kegiatan seni budaya, lomba ini juga merupakan tempat penyaluran bakat, jadi jangan sampai tak berperan serta pada acara ini, padahal sebelum acara diselenggarakan semua pemerintah kabupaten/kota telah siap mengirim satu peserta, namun yang hadir hanya 9 peserta dari tiap daerah.

Padahal, katanya, tujuan dari beraneka ragam kegiatan yang diselenggarakan di sini salah satunya untuk lebih memperkenalkan seni budaya dan meningkatkan apresiasi warga atau pun tempat ajang kreatifitasan dan aktifitas para pelaku seni budaya.

Acara yang berlangsung 2 jam itu, dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari praktisi dan pengamat seni budaya Sumbar atau Bundo Kanduang.
Menurut salah seorang juri Zaltiah Risaf, kriteria penilainya pun cukup ketat, diantaranya disetiap peserta harus berpenampilan yang bersih dan rapi, punya ekspresi, cara pengambil piring dan mengidangkannya, jumlah piring dan jumlah jenis makanan, lalu bagaimana variasi penyusunan makanan diatas meja tamu tersebut.

Dari semua kriteria itu, hanya perwakilan Pesisir Selatan yang bisa memenuhinya, dengan bawaan peserta yang tenang dan senyum serta jumlah piring sebanyak 24 dan 16 jenis makanan lalu etika yang cukup baik.
Sebelumnya Perwakilan dari Kota Padang Panjang berhasil Manatiang Piriang sebannyak 25 piring, namun sayang kegagalan tersebut tampak pada saat pengindangan makanan tertumpah di meja tamu.

 

Berita Terbaru

Berita Terpopuler

Support